Total Tayangan Halaman

Senin, 26 Maret 2012

AKSI Premanisme Menjajah Dunia Pendidikan

Aop Saopudin S.Pd.I
RAMBUT Guru Aop Saopudin S.Pd.I dipangkas secara paksa oleh oknum orang tua murid berinisial IH/Iw (sedesa dengan Sang Guru/korban), hingga botak kanan kiri kepala guru SD Panjalin kidul V Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka jawa Barat, di lakukan di kantor SD oleh pelaku di saksikan oleh guru2 dan kepala sekolah. Oleh oknum orang tua wali murid dibekengi oleh 4-5 orang preman, gara gara guru tersebut memotong sedikit rambut anak pelaku (Tom), bagian kiri dan belakang. Anak tsb kena rajia katagori rambut gondrong, kejadian ini bermula dari rajia siswa kelas 3-6 yang biasa dilakukan secara rutin. Pada hari Senin, 19 Maret 2012 pukul 13.30 di Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya Majalengka. Korban selain mengajar di SD tersebut, Aop Saopudin juga aktif mengajar di MTs PUI Prakarya Panjalin dan di DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) Panjalin Kidul. Salah satu Pengawas Pendais di salah satu Grup FB mengatakan: “Sangat mengerikan... Apalah jadinya dunia pendidikan kita???” Apa kata kita? . . . .

17 komentar:

  1. Susi Sukmawati26 Maret 2012 20.53

    Eta sikap PGRI kumaha? aya reaksi teu? Menurut aQ keluarkan saja anak tersebut,lalu smua sekolah minimal satu kecamatan kompak tdk menerima anak tsb, keun titah neangan sakola diluar kecamtn, tuman tah. Pikasebeleun

    BalasHapus
  2. Mohammad Ihsan26 Maret 2012 20.55

    Guru tersebut sudah lapor polisi kan? Itu langkah yang benar. Orang tua arogan bersama para premannya jelas melanggar hukum, dan perlu dapat tindakan tegas.
    Yang aneh, mengapa kolega guru lainnya kok ya diam saja gitu lho? Di mana solidaritas antar teman? Apa semua sepakat dengan kelakuan ortusis? Saya jadi ingat video murid memukul guru, dan itu dilakukannya di depan kolega guru lainnya, orang tua siswa, bahkan polisi...

    BalasHapus
  3. Iwan (IH) desersi dan salah satu pengusaha (melanjutkan usaha Mertuanya)

    BalasHapus
  4. Mohammad Ihsan26 Maret 2012 21.15

    Guru harus punya sikap "berani karena benar, takut karena salah". Ini kan jelas-jelas salah dan ngawur. Masa ortu ngajak preman nggunduli kolega guru? Ediyaannn... Sebegitu penakutkah rekan-rekannya? Kalau misalnya takut dan nggak berani bertindak sendiri, telpon polisi saja biar nangkepin preman kayak gitu... Jangan jadi penakut.

    BalasHapus
  5. kenapa guru2 di dekatnya tidak membela .......apa takut ???? negara ini negara hukum pak guru......

    BalasHapus
  6. Karnata Adiwiria26 Maret 2012 21.19

    ini kan sudah pelecehan terhadap profesi Guru, gimana ya reaksi dinas setempat dan organisasi keguruan semisal PGRI.

    BalasHapus
  7. Preman itu sumbernya income aparat (kepanjangan tangan oknum aparat hukum) dan motor potensial penggalang suara bapak-bapak pejabat penguasa kita.. Pikir mereka "mana income dan sumbangan suara pemilih dari para guru ..?" Silahkan kita renungkan bersama dimana posisi tawar guru saat ini,berbeda jauh sikap kita dengan KH.Abdul Halim tokoh pendidik kami di Majalengka saat itu ketika berhadapan dengan pemerintahan kolonial Belanda dan penjajah Jepang .. Marah..gemes..disisi lain kita ditekan secara psikologis oleh atasan-atasan kita dengan sosialisasi target harus menyokong sukses UN,perjuangkan anak kita agar LULUS..dsb.

    BalasHapus
  8. Nurhelly Henrika Sinulingga26 Maret 2012 21.21

    guru memang selalu jadi sasaran empuk,baik dan buruk

    BalasHapus
  9. Ahin Sholihin26 Maret 2012 21.23

    Harusnya Sdr Aop berani melawan,bagaimmanapun itu merupakan jihad!!!

    BalasHapus
  10. Perlu juga diketahui lokasi TKP ada di 3 tempat: di 2 Sekolah Dasar yang berbeda dan di lokasi MTs PUI..ini konfirmasi yang saya terima dari teman sejawat yang mengajar di MTs PUI tersebut. Intinya intimidasi,penghinaan,penganiayaan pada Pak Aop tersebut tersebar di 3 TKP.

    BalasHapus
  11. Muhammad Ozias Suwardi26 Maret 2012 21.25

    gak ada kata damai untuk orang tua macam gene....kasih pelajaran. hidup pak aop! hidup guru!

    BalasHapus
  12. Ricky Andri Saja26 Maret 2012 21.27

    kalau rambut gondrong tdk boleh dicukur.
    kalau kuku panjang tdk boleh dipotong
    kalau nakal/tdk mnegerjakan pr tdk blh dihukum dsb
    dikit-dikit dilaporin DPR/Komnas HAM.. lapor kok sedikit..
    lha terus guru harus ngapain ya??
    mending anak itu dikembalikan ke ortunya pak, suruh ngajar sendiri anaknya... hehehee

    BalasHapus
  13. شمس الهدا26 Maret 2012 21.30

    Hayo PGRI, IGI dan organisasi guru lainnya... bela martabat guru..!!! jangan NATO semua !!!

    BalasHapus
  14. Setyo Purnomo26 Maret 2012 21.32

    bersabar sahaja (kalau memang penakut) ... nantinya ujung2nya akan kembali pada prinsip : who sells who, who buys who ...

    BalasHapus
  15. TIDAK ada yang takut, dorongan do'a bagi yang jauh!!! Karena hal ini sudah masuk ke ranah hukum Pa Pur

    BalasHapus
  16. http://www.wartafokus.com/pendidikan/pendidikan-formal/94-aksi-premanisme-menjajah-dunia-pendidikan

    BalasHapus
  17. putusan.mahkamahagung.go.id/putusan/f71de15ec7960f4eaea1cd58524e6094

    BalasHapus