![]() |
Aop Saopudin S.Pd.I |
RAMBUT Guru Aop Saopudin S.Pd.I
dipangkas secara paksa oleh oknum orang tua murid berinisial IH/Iw (sedesa dengan
Sang Guru/korban), hingga botak kanan kiri kepala guru SD Panjalin kidul V Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka jawa Barat, di lakukan di kantor SD oleh pelaku di saksikan oleh
guru2 dan kepala sekolah. Oleh oknum orang tua wali murid dibekengi oleh 4-5
orang preman, gara gara guru tersebut memotong sedikit rambut anak pelaku (Tom), bagian
kiri dan belakang. Anak tsb kena rajia katagori rambut gondrong, kejadian ini
bermula dari rajia siswa kelas 3-6 yang biasa dilakukan secara rutin. Pada hari
Senin, 19 Maret 2012 pukul 13.30 di Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya
Majalengka. Korban selain mengajar di SD tersebut, Aop Saopudin juga aktif mengajar
di MTs PUI Prakarya Panjalin dan di DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) Panjalin Kidul.
Salah satu Pengawas Pendais di salah satu Grup FB mengatakan: “Sangat
mengerikan... Apalah jadinya dunia pendidikan kita???” Apa kata kita? . . . .
Eta sikap PGRI kumaha? aya reaksi teu? Menurut aQ keluarkan saja anak tersebut,lalu smua sekolah minimal satu kecamatan kompak tdk menerima anak tsb, keun titah neangan sakola diluar kecamtn, tuman tah. Pikasebeleun
BalasHapusGuru tersebut sudah lapor polisi kan? Itu langkah yang benar. Orang tua arogan bersama para premannya jelas melanggar hukum, dan perlu dapat tindakan tegas.
BalasHapusYang aneh, mengapa kolega guru lainnya kok ya diam saja gitu lho? Di mana solidaritas antar teman? Apa semua sepakat dengan kelakuan ortusis? Saya jadi ingat video murid memukul guru, dan itu dilakukannya di depan kolega guru lainnya, orang tua siswa, bahkan polisi...
Iwan (IH) desersi dan salah satu pengusaha (melanjutkan usaha Mertuanya)
BalasHapusGuru harus punya sikap "berani karena benar, takut karena salah". Ini kan jelas-jelas salah dan ngawur. Masa ortu ngajak preman nggunduli kolega guru? Ediyaannn... Sebegitu penakutkah rekan-rekannya? Kalau misalnya takut dan nggak berani bertindak sendiri, telpon polisi saja biar nangkepin preman kayak gitu... Jangan jadi penakut.
BalasHapuskenapa guru2 di dekatnya tidak membela .......apa takut ???? negara ini negara hukum pak guru......
BalasHapusini kan sudah pelecehan terhadap profesi Guru, gimana ya reaksi dinas setempat dan organisasi keguruan semisal PGRI.
BalasHapusPreman itu sumbernya income aparat (kepanjangan tangan oknum aparat hukum) dan motor potensial penggalang suara bapak-bapak pejabat penguasa kita.. Pikir mereka "mana income dan sumbangan suara pemilih dari para guru ..?" Silahkan kita renungkan bersama dimana posisi tawar guru saat ini,berbeda jauh sikap kita dengan KH.Abdul Halim tokoh pendidik kami di Majalengka saat itu ketika berhadapan dengan pemerintahan kolonial Belanda dan penjajah Jepang .. Marah..gemes..disisi lain kita ditekan secara psikologis oleh atasan-atasan kita dengan sosialisasi target harus menyokong sukses UN,perjuangkan anak kita agar LULUS..dsb.
BalasHapusguru memang selalu jadi sasaran empuk,baik dan buruk
BalasHapusHarusnya Sdr Aop berani melawan,bagaimmanapun itu merupakan jihad!!!
BalasHapusPerlu juga diketahui lokasi TKP ada di 3 tempat: di 2 Sekolah Dasar yang berbeda dan di lokasi MTs PUI..ini konfirmasi yang saya terima dari teman sejawat yang mengajar di MTs PUI tersebut. Intinya intimidasi,penghinaan,penganiayaan pada Pak Aop tersebut tersebar di 3 TKP.
BalasHapusgak ada kata damai untuk orang tua macam gene....kasih pelajaran. hidup pak aop! hidup guru!
BalasHapuskalau rambut gondrong tdk boleh dicukur.
BalasHapuskalau kuku panjang tdk boleh dipotong
kalau nakal/tdk mnegerjakan pr tdk blh dihukum dsb
dikit-dikit dilaporin DPR/Komnas HAM.. lapor kok sedikit..
lha terus guru harus ngapain ya??
mending anak itu dikembalikan ke ortunya pak, suruh ngajar sendiri anaknya... hehehee
Hayo PGRI, IGI dan organisasi guru lainnya... bela martabat guru..!!! jangan NATO semua !!!
BalasHapusbersabar sahaja (kalau memang penakut) ... nantinya ujung2nya akan kembali pada prinsip : who sells who, who buys who ...
BalasHapusTIDAK ada yang takut, dorongan do'a bagi yang jauh!!! Karena hal ini sudah masuk ke ranah hukum Pa Pur
BalasHapushttp://www.wartafokus.com/pendidikan/pendidikan-formal/94-aksi-premanisme-menjajah-dunia-pendidikan
BalasHapusputusan.mahkamahagung.go.id/putusan/f71de15ec7960f4eaea1cd58524e6094
BalasHapus